LPJ BEM STIEKOM RAP

13 Januari 2008

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)
STIEKOM RANTAUPRAPAT
PERIODE 2007 / 2008

Segala puji dan syukur hanya berhak kita berikan kepada Allah SWT, sang kekasih abadi yang selalu setia memantau keberadaan hambaNya di bumi yang indah ini, bumi yang menjadi ajang perlombaan para hamba yang mencintaiNya dan selalu mengharapkan perjumpaan denganNya dalam kondisi yang khusnul khatimah. Amin……….
Tak terlepas shalawat dan salam kami haturkan kepada junjungan besar, sang inspirator untuk segera bangkit dan berjuang, pejuang sejati, pembela kaum lemah, dan sang revolusioner peradaban, kepada Beliau Nabi Muhammad SAW beserta istri-istrinya, keluarganya, sahabat, para syuhada dan para pengikutnya yang selalu berusaha dan Istiqomah hingga Yaumil Akhir nanti.
Alhamdulillahi robbil’alamiin, Tak terasa setahun sudah amanah sebagai Pengurus BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA telah dijalani. Banyak suka dan duka telah kami lalui. Berbagai tantangan roda organisasi datang silih berganti mewarnai pelaksanaan rekomendasi Musyawarah Besar II BEM STIEKOM Rantauprapat. Banyak hal yang dapat dipetik dari jalannya roda organisasi ini, baik itu bersifat internal maupun eksternal. Banyak pula hal yang telah menghiasi perjalanan itu, mulai dari suka, duka, bahagia, bahkan sampai ketika kita tidak bisa menterjemahkan rasa apakah itu ?
Seiring telah berjalannya 1 periode kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2006/2007 atau menurut keputusan MUBES II BEM, maka kami selaku pengurus mencoba untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan berusaha untuk memberikan yang terbaik walaupun di tengah perjalanan kepengurusan ini kami mengalami hambatan dengan tervakumnya kepengurusan dikarenakan beberapa faktor. Tetapi kami tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik dari beberapa program kerja yang kami rencanakan dan dapat terealisasi sebelum tervakumnya kepengurusan walaupun kami sadari lebih banyak Planning kerja yang tidak terealisasikan. Karena sesungguhnya kita hanya pantas untuk merencanakan namun Allah berkehendak lain, andaipun adanya sebuah keberhasilan dari program yang terlaksana itu tidak terlepas dari bantuan-Nya dan berkat usaha teman-teman yang tetap teguh pendirian menjalankan usaha ini.
Sekali lagi tidak ada keberhasilan yang sempurna selain keberhasilan rencana-rencana Allah SWT, namun hendaknya suatu keberhasilan tidaklah dilihat dari faktor hasil yang tercapai maupun kegagalan yang terjadi, tetapi lebih indah jika dilihat dari faktor proses tercapainya tujuan tersebut ataupun usaha-usaha maksimal yang telah dilaksanakan. Karena dari proses itulah banyak hikmah yang dapat kita pelajari dan menjadi acuan pada kepengurusan berikutnya.
Tak jauh berbeda dengan tujuan Laporan Pertanggungjawaban pada umumnya, maka kami berharap jika laporan jauh dari harapan dan kenyataan namun laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebuah rujukan maupun pelajaran yang sangat berharga bagi kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa 2006/2007 pada khususnya maupun kepengurusan BEM berikutnya dan menjadi sebuah momentum untuk menjadikan periode kepengurusan ke depan akan lebih baik dan BEM ke depan akan lebih professional. Tiada embun yang lebih bening selain kebeningan hati, tulusnya jiwa membuka pintu maaf. Kami pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa STIEKOM RANTAUPRAPAT 2006/2007 memohon maaf akan kekurangan dan kekhilafan dalam melaksanakan amanah ini.

I. PENDAHULUAN

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengadakan segala sesuatu disertai kelembutan kekuasaan-Nya dan keunikan ciptaan-Nya. Shalawat berangkai salam semoga tetap tercurahkan kepada sang pelita kehidupan, pembebas manusia dari gelapnya kebodohan, Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa istiqomah dan selalu merindukan bertemu wajah kekasih abadi, Allah SWT.
Seperti pada umumnya fungsi dari seorang Ketua adalah sebagai pucuk komando dan kontroling dalam sebuah organisasi, dengan tidak mengesampingkan tugasnya dalam upaya mengembangakan organisasi secara eksternal. Jika didalam organisasi tersebut telah terdapat sekjen, dalam kinerjanya, ketua dapat dibantu dalam urusan masalah rumah tangga organisasi yang nantinya ada pembagian tugas antara ketua dan sekjend yakni pengurusan permasalahan eksternal dan internal.
Dengan memberikan konsepnya, ketua mengarahkan alur dan arahan kinerja organisasi pada periode yang ia pimpin. Dalam fungsinya yang lebih cenderung kepada urusan eksternal. Ketua memiliki fungsi untuk dapat mengembangkan dan membuka jaringan untuk organisasi. Kondisi Internal Keanggotaan BEM STIEKOM Rantauprapat. Pada dasarnya keanggotaan BEM STIEKOM Rantauprapat 2007/2008 merupakan perwakilan dengan jumlah/quota yang diupayakan seimbang antar calon pengurus dari setiap jurusan. Ini merupakan kebijakan yang diambil ketua dan sekjend dengan memperhatikan berbagai kondisi dan prosedur yang ada dengan mekanisme penunjukan secara langsung.

II. KEPENGURUSAN BEM

Dengan penuh kesadaran, ketika mengemban amanat Mubes I pada priode 2006 / 2007 kami merasakan besarnya tanggungjawab yang dipikulkan di pundak kami. Dengan keyakinan dan kemauan serta sikap optimistis akan adanya usaha pembaharuan kearah yang lebih baik, membulatkan tekad kami untuk terus bahu membahu memperjuangkan amanat Mubes I dan aspirasi mahasiswa STIEKOM Rantauprapat. Kerja keras dan curahan pemikiran telah kami coba lakukan, namun kami yakin masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan, meskipun telah beberapa hal dapat kami perbuat.
Pada awal kepengurusan, demi tercapainya program kerja masing-masing departement, ketua BEM mengambil kebijakan untuk mengangkat staff-staff departement yang setidaknya terdiri dari mahasiswa semester 3 dengan fungsinya membantu kerja Kepala Departemen dalam menjalankan program kerja serta bertanggungjawab kepada Kepala Departemen. Kebijakan ini diambil sebagai upaya pengembangan potensi Mahasiswa baru khususnya dalam berorganisasi dan juga sebagai upaya kaderisasi BEM. Namun kebijakan ini kurang ada follow up, sehingga kebijakan ini dipandang hanya sekedar wacana belaka. Jumlah pengurus BEM semula yang menduduki fungsi struktural adalah 28. Para pengurus diharapkan mampu memegang peran dan fungsi yang aspiratif dari setiap jurusannya dan juga dapat memegang tanggungjawab serta bekerja secara optimal demi kelangsungan roda organisasi ke depannya.
Dalam perjalanan kepengurusan, mulai nampak kinerja setiap pengurus. Dari semua pengurus, hanya ada kisaran 57% (16 orang) pengurus yang terbilang aktif, sedangkan sisanya terkendala dengan urusan individu dan tuntutan akademis masing-masing pengurus. Melalui Kebijakan Presiden Mahasiswa pengurus yang tidak aktif dinonaktifkan secara langsung.
A. Susunan Kepengurusan BEM 2007/2008

Presiden : Dedy Anwar Zulfikar
Wakil Presiden RAja Gompulon Rambe
Sekretaris Jenderal Syaiful Lizan
Bendahara Umum Fenti Sari Siregar
Departement Dalam Negeri
Menteri Junaidi Mustapa Harahap
Staff Juni Hetika Purba
Departement Luar Negeri
Menteri Sutris Riadi
Staff -
Departement Pendidikan
Menteri Dian Pranata
Staff Yayuk Listriani
Departement Agama
Menteri Jepri AD Ritonga
Staff Maharani Panggabean
Departement Olahraga
Menteri Tin Martin
Staff Silvia Anggraini
Departement Seni dan Budaya
Menteri Irwansyah Putra Munthe
Staff -
Departement Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Menteri Amat Sunar
Staff Sumarni

B. Struktur BEM STIEKOM Rantauprapat

Struktur kepengurusan terdiri dari President Mahasiswa, Wakil President, Sekretaris Jendral, Bendahara Umum, Dept. Dalam Negeri, Dept. Luar Negeri, Dept. Pendidikan, Dept. Agama, Dept. Olahraga, Dept. Sosial Budaya, Dept. Hubungan Masyarakat dan Lingkungan Hidup.
Selama kepengurusan, sering kali terjadi pergantian kepengurusan yaitu dimulai pada Presiden Mahasiswa Budi Syahputra (D3TI) dikarenakan statusnya saat itu sebagai karyawan di salah satu perusahaan industri di Rantauprapat, sehingga tidak bisa intens dalam kepengurusan yang kemudian digantikan oleh Wakil Presiden, Dedy Anwar Zulfikar (D1MI). Lalu posisi Wakil Presiden yang kosong diisi oleh Raja Gompulon Rambe (S1SI) yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Sedang Sekretaris Jendera, Sayyid Habib Al-Hasbi (D1MI) tidak dapat aktif dengan kasus yang serupa dialami Presiden sebelumnya dan posisi ini digantikan oleh Syaiful Lizan (D3TI) yang sebelumnya hanya menjabat sebagai Staff Dept. Pendidikan.
Pergantian kepengurusan ini menjalar sampai ke Departemen-departemen. Ruang Dept. Luar Negeri diisi oleh Sutris Riadi (S1SI) menggantikan Raja Gompulon Rambe yang telah menjadi Wakil Presiden. Lalu Junaidi Mustapa menjabat Dept. Dalam Negeri karena pengurus sebelumnya telah mengundurkan diri. Begitu juga dengan pengurus Dept. Pendidikan yang mengundurkan diri diisi oleh Dian Pranata. Pengunduran diri juga terjadi pada Dept. Agama sehingga diposisikan Jefri AD Ritonga sebagai pengurusnya. Untuk Dept. Olahraga dan Dept. Seni dan Budaya tidak mengalami perubahan.

Pada bulan Agusutus setelah diadakan Rapat Koordinasi ada penambahan 1 Depatemen yakni Dept. Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup yang dijabat oleh Amat Sunar (S1SI). Dua bulan menjelang akhir periode kepengurusan Presiden tidak dapat aktif kembali karena telah menyelesaikan akademiknya sedangkan wakil presiden menolak untuk menggantikannya dikarenakan ia telah mengetuai organisasi lain. Oleh karena itu, melalui musyawarah mufakat Sekjend ditunjuk untuk mengambil alih sebagai Pejabat Sementara (PJS) Presiden guna mengisi kekosongan hingga akhir kepengurusan.

Struktur Organisasi BEM

C. Presensi Pengurus BEM 2007 / 2008

Kinerja pengurus merupakan faktor utama kesuksesan organisasi, dan selalu menjadi permasalahan utama dari tahun ke tahun. Jumlah pengurus yang terbilang sedikit (16 Orang) tidak diikuti dengan langkah pembinaan yang bersifat peningkatan berkala, sehingga akhirnya mengalami stagnasi dalam beraktifitas dikarenakan berbagai macam permasalahan internal seperti ketidakpahaman mengenai prinsip pergerakan BEM, manajemen organisasi sehingga mereka tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan di BEM. Hal ini sebenarnya bukan hanya menjadi prioritas bagi para pengurus BEM, namun juga bagi seluruh komponen mahasiswa yang ada di STIEKOM Rantauprapat.
Langkah awal sebagai solusi dalam menangani masalah ini ke depan adalah dimulai dengan perumusan pola kaderisasi yang jelas pada setiap organisasi kemahasiswaan STIEKOM Rantauprapat yang di dalamnya tercakup juga pembinaan-pembinaan kepemimpinan, manajemen organisasi, pelatihan-pelatihan, pengkajian isu-isu sosial politik dll sehingga pada saat berada dalam kepengurusan BEM, pengurus sudah memiliki bekal pemahaman mengenai prinsip pergerakan BEM dan mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan di BEM. Perumusan pola kaderisasi ini diharapkan berawal dari organisasi-organisasi yang secara struktural berada di bawah naungan BEM seperti UKM. Karena diharapkan UKM juga bisa dijadikan sebagai wadah awal mula karier pengurus dalam berorganisasi dalam pembangunan penguatan manajemen internal kemahasiswaan STIEKOM RANTAUPRAPAT. Selain itu, pertemuan-pertemuan rutin yang memungkinkan untuk berkumpulnya seluruh pengurus BEM dalam rangka penyatuan pemikiran, konsep, ideologi, dan persaudaraan antar pengurus diharapkan juga bisa terlaksana sebagai langkah konkrit tercapainya tujuan organisasi BEM STIEKOM Rantauprapat ke depannya

III. NARASI PERJALANAN KERJA DEPARTEMENT

Tak terasa sudah satu tahun lebih kepengurusan BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA ini telah mengalami regenerasi dan penggantian kepengurusan baru. Dalam perjalananya banyak sekali dinamika yang dialami. Ketua seperti yang telah tercantum dalam uraian singkat pedahuluan diatas, berperan sebagai pelaksana tugas-tugas berupa POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling) ternyata belum bisa dikatakan cukup baik. Adanya penilaian belum cukup baik ini mungkin bisa dilihat jika kita melakukan refleksi ke belakang. Pada mulanya dengan format dan konsep yang telah digodok bersama oleh beberapa tim yang terdiri dari ketua dan beberapa senior BEM lainnya telah melahirkan suatu konsep yang diturunkan kepada frame of thinking dan frame of work BEM. Hal ini menimbulkan semangat untuk melangkah pada waktu yang akan datang dengan harapan dapat lebih berjalan lebih baik. Namun, ternyata harapan atau prediksi ini cukup dapat dikatakan meleset dari apa yang telah diperkirakan. Muncul tidak adanya kejelasan-kejelelasan dalam tubuh organisasi, terutama setelah selesainya pelakasanaan rapat kerja.
Ketua sebagai pucuk pimpinan dalam hal ini sudah mendapat kurang bisa memberikan nilai-nilai strategis dalam penentuan planning yang telah ditentukan, selain dalam koridor planning akan program kerja. Tidak hanya itu, ketidakjelasan juga terjadi ditubuh manajemen organisasi itu sendiri, sistem dan kondisi rapat yang selalu hanya bersifat informatif dan tagihan atas kinerja harian, serta selalu tidak komplitnya peserta rapat merupakan salah satu yang memicu adanya ketidakoptimalan dalam majelis koordinasi ini. Manajemen organisasi internal yang dilakukan dalam tubuh BEM STIEKOM Rantauprapat sendiri kurang bisa optimal. Semangat para pengurus yang cukup membara diawal sudah mulai nampak lesu ditengah perjalannya. Hal ini juga dipicu dengan tidak tertibnya administrasi organisasi yang ada dan tidak bagusnya sistem informasi manajemen organisasi yang ada, sehingga hal ini menyebabkan para pengurus seolah terkungkung dalam birokrasi organisasi itu sendiri.
Belum selesai permasalahan internal yang cukup akut tersebut, muncul lagi adanya Kepasifan/kevakuman Presiden dan keinginan pengunduran diri beberapa Kepala Departement. Yang baik secara langsung maupun tidak langsung juga mempengaruhi berubahnya strategi dan mulai berfikir kembali untuk menambal kekosongan ini. Ketua mengambil keputusan yang terkesan otoriter untuk langsung mengambil kebijakan segera agar dilaksanakan resafle, walaupun resafle ini tidak begitu formal. Sebenarnya resafle yang dilakukan ini, baik dilakukan atau tidak dapat dikatakan tetap tidak menimbukan permasalahan yang cukup signifikan di tubuh organisasi, justru kebijakan resafle yang dilakukan oleh ketua mengakibatkan pemegang koordinasi baru kebingungan dengan apa yang akan dia laksanakan. Akhirnya tidak ada kejelasan dari Job Desc yang telah diketahui oleh masing-masing kepengurusan sebelumnya. Masih banyak lagi koreksi dari kepengurusan tahun ini yang berkaitan dengan sistem kontrol, perencanaan, manajemen organisasi, dan pelaksanaan organisasi internal yang belum disebutkan.
Secara sistematis dapat peta permasalahan yang dihadapi setelah ketua melakukan observasi ke tubuh internal, sebagai berikut :

1. Kurangnya Pemahaman Job Desc,
Hal ini sebenarnya sudah terjawab dengan adanya masing-masing program kerja yang telah diturunkan oleh masing-masing koordinator departemen. Sebab secara tidak langsung koordinator departemen ketika merancang program kerja dan disahkannya program kerja itu dalam rapat kerja adalah telah sesuai dengan job desc yang telah ada dan disepakati bersama dengan tidak melenceng konsep awal.

2. Ketidakjelasan Sistem Gerak,
Ini menunjukkan BEM seolah bergerak secara sendiri-sendiri. Asumsi awal tentang kekeliruan pembacaan pola dinamika organisasi membuat pemimpin salah dalam pengambilan langkah ketika ia menetapkan sistem kerja optimalisasi per-departemen (hanya pada 1 departemen) dalam konsep siklus. Sehingga bentuk kerja yang ada seolah terlihat bekerja sendiri-sendiri. Walaupun telah terlihat dalam tataran konsep, bahwa gerak BEM STIEKOM Rantauprapat merupakan bentuk gerak organisasi siklus kerja. Hal ini menyebabkan filosofi frame of thinking BEM STIEKOM Rantauprapat kurang bisa diaplikasikan dalam tataran aplikatif oleh team work yang solid.

3. Kurangnya Komunikasi,
Kami meyadari pada kondisi internal kami banyak sekali permasalahan yang belum terselesaikan. Mulai dari jadwal rapat yang awalnya tersusun secara rapi tiap minggu, lama kelamaan menjadi tidak terjadwal sehingga tidak adanya koordinasi yang jelas antar pengurus. Hal ini merupakan salah satu cerminan dari minimnya komunikasi antar pengurus.

4. Rasa Tanggungjawab,
Tidak semua pengurus memiliki tanggungjawab penuh terhadap masalah atau kerja yang dihadapi sehingga hal ini berpengaruh terhadap komitmen dan keberlanjutan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibatnya banyak permasalahan yang menumpuk dan mulai terlupakan. Bahkan ada yang sengaja sebagian pengurus bermalas-malasan, cuek (bahasa kerennya meng-akali) terhadap tugas yang dibebankan kepadanya. Hal ini berimbas pada program kerja yang telah disepakati.

5. Kurangnya Koordinasi BEM dan UKM
Kami menyadari kurangnya koordinasi antara BEM dengan organisasi kemahasiswaan lainnya yang berada dibawah naungan BEM sangat kurang sekali. Untuk itu kami menyarankan pada kepengurusan BEM berikutnya untuk mengadakan koordinasi berupa rakor (Rapat Koordinasi) dengan organisasi kemahasiswaan yang berada dibawah naungan setidaknya setiap 3 bulan sekali agar tercipta mekanisme koordinasi yang jelas, untuk itu perlu juga diatur dalam ART BEM mengenai mekanisme koordinasi.

6. Banyaknya Keikutsertaan Organisasi Lain
Hal ini tidak bisa dipungkiri karena yang namanya Mahasiswa identik dengan kaum intelektual dan Aktivis yang nota benenya memiliki banyak pengalaman berorganisasi. Sebagian besar pengurus memiliki lebih dari satu kepengurusan orgaisasi. Hal ini membuat komitmen yang telah disepakati terabaikan, bahkan cenderung memilih organisasi luar. Penyebabnya sederhana yakni karena faktor ekonomi/keuntungan, relasi, politik, dan sebaginya.

Namun, kendala yang ada tidaklah kemudian menurunkan semangat untuk bekerja dan bertanggungjawab. Ini adalah suatu amanah yang harus kami emban walapun kami tahu seberapa kekuatan kami. Banyak program kerja dan proyek-proyek besar tak dapat kami realisasikan, namun tak sedikit pula proyek-proyek yang telah kami realisasikan.

IV. PENGIMPLEMENTASIAN PROGRAM

A. Realisasi Program Kerja Presiden Bem

Beberapa program kerja yang direncanakan, alhamdulillah dapat dilaksanakan walaupun tidak seoptimal dari apa yang diharapkan, Alhamdulillah, berikut ini adalah program kerja yang telah terealisasi selama kepengurusan ini :
Pada awal kepengurusan, BEM STIEKOM Rantauprapat mengawali kegiatannya dengan Acara Competisi Musik tepatnya pada tangal 11 Maret 2007 di Lapangan Ika Bina Rantauprapat. Di bawah naungan Depatemen Seni dan Budaya kegiatan tersebut cukup sukses, karena acara dipelopori oleh Band yang cukup terkenal di bilangan Rantauprapat yang nota bene personilnya adalah Mahasiswa-mahasiswa STIEKOM Rantauprapat.
Sesuai dengan program kerja, pada bulan April Departemen Agama mengajukan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1428 H/2007. Tepat pada tanggal 28 April 2007 kegiatan tersebut laksanakan. Pada mulanya kegiatan ini hampir mengalami kegagalan karena pada saat persiapan kegiatan terjadi kesalahan teknis yang sempat men-downkan mental panitia. Namun berkat kerja keras dan keimanan serta kesabaran yang tinggi akhirnya pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Kesuksesan kegiatan juga dipicu dengan penampilan menawan dari UKM Tearter, dibawah naungan Departemen Seni dan Budaya.
Perjalanan aktivitas BEM tidak begitu lancar. Hampir dua bulan BEM sempat mengalami stagnasi/kevakuman yakni tepatnya pada bulan Mei, dan Juni. Sebenarnya tidak ada permasalahan yang serius dihadapi BEM, namun Presiden hanya melakukan tindak kedisiplinan dan evaluasi kerja bagi seluruh pengurus. Sehingga tidak dapat dihindarkan terjadi resufle dan pergantian pengurus yang mengakibatkan pengurus-pengurus yang baru harus menyesuaikan diri terhadap tanggungajawabnya.
Di bulan Juli, BEM kembali memulai membuka mata dan membuka hati para pengurus BEM. Atas rekomendasi Menteri Seni dan Budaya perlunya melakukan pengabdian kemasyarakatan. Usul itu diwujudkan dalam kegiatan Bhakti Sosial dengan tema “STIEKOM Go To Village” yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Juili 2007. Kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan kemanusiaan dengan mengunjungi salah satu Sekolah Dasar di sebuah daerah yang tertinggal tepatnya di Dusun Simartolu desa Rombisan Kec. Aek Natas. Aplikasi kegiatan ini adalah memberi bantuan pada sekolah dan masyarakat sekitar dan bertujuan untuk mengangkat fenomena kegiatan Belajar Mengajar Di Wilayah Kab.Labuhanbatu. Hasil dari kegiatan ini akan diajukan pada Dinas Pendidikan untuk ditindak lanjuti masalah yang dihadapi sekolah tersebut.
Menjelang Hari Proklamasi Indonesia, BEM membentuk kepanitian kegiatan guna menyambut hari besar bagi Negara RI. Tepat pada tanggal 18 Agustus 2007 kegiatan dilaksanakan. Kegiatan berjalan dengan baik dan meriah. Ini merupakan cerminan sikap kecintaan para penerus bangsa terhadap tanah airnya. Namun sayang, Presiden mahasiswa menilai bahwa sistem manajemen kepanitian kegiatan ini kurang baik bahkan cenderung berantakan karena kurangnya koordinasi pengurus panita.
Memasuki bulan September, sebagai Organizing Commite BEM kembali mempersiakan diri. Kali ini kegiatan yang akan laksanakan dinilai BEM memiliki tanggungjawab yang besar kepada lembaga pendidikan (STIEKOM Rantauprapat), kegiatan tersebut adalah Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dalam hal ini BEM atau mahasiswa harus mampu memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan kampus baik yang bersifat akademik maupun non akademik sehingga mereka memiliki jati diri yang mencerminkan sikap yang tertuang dalam Tri Dhrama Perguruan Tinggi serta meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan pada masyarakat sekitar. Melalui berbagai seleksi yang cukup rumit akhirnya terbentuklah kepanitiaan PKKMB STIEKOM Rantauprapat. PKKMB berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 03 hingga 06 September 2007. Kegiatan ini merupakan gambaran umum mengenai kehidupan di perkuliahan yang sangat berbeda dengan sistem yang ada di sekolah-sekolah. Selain itu juga kegiatan ini mengandung pengujian mental bagi calon mahasiswa baru agar memiliki pemikiran yang intelektual dan mental yang tinggi. Sehubungan PKKMB ini, BEM berkolaborasi dengan Mapala STIEKOM Rantauprapat yang diaplikasikan dengan kemah bhakti di Desa Barnung pada hari terakhir PKKMB.
Menyusul pula pada tanggal 29 September 2007, dari Dept. Agama mengadakan Buka Puasa Bersama. Acara diisi dengan Ceramah agama, Sholat bersama, dan tanya jawab. Pada acara puncak diselenggarakan nonton bareng hasil rekaman kegiatan PKKMB.
Pada Departement Olahraga, banyak hal telah dipersembahkan untuk STIEKOM RANTAUPRAPAT tahun ini. Diantaranya sebagaimana telah diamanatkan oleh MUBES II BEM ialah berpartisipasi aktif dalam kegiatan eksternal seperti olahraga, yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk pengiriman tim sepakbola STIEKOM RANTAUPRAPAT ke dalam beberapa pertandingan sepak bola baik dalam tingkat lokal maupun regional. Dept. Olahraga mencoba membentuk wadah-wadah untuk menampung bakat-bakat mahasiswa dengan membentuk UKM. Alhamdulillah hingga saat ini telah terbentuk 2 UKM (Sepak bola & Bola Voli) yang berada dibawah koordinasi Dept. Olahraga. UKM Sepakbola dengan tim GASTRAP telah berhasil meraih penghargaan yang cukup membanggakan.
Pada kondisi yang lain, BEM juga aktif melakukan kunjungan dan undangan dari pihak kampus atau lembaga lain. Ini merupakan salah satu perwujudan program kerja yang telah dibuat. Secara kerjasama BEM merealisaikan agenda-agenda sosialnya baik berupa turun ke jalan, maupun pengumpulan dana dan barang untuk keperluan sosial. Implementasi proker sangat didukung oleh dana dan administrasi yang cepat sehingga bendahara mampu menjaga stabilitas keuangan walaupun diakhir kepengurusan ini tinggal menyisakan sedikit, alhamdulillah masih menyisakan untuk kepengurusan berikutnya.
Begitu juga dengan kesekretariatan dengan sabar dan cepat memenuhi kebutuhan surat-menyurat, dan proposal. Selain sebagai pengurus kegiatan administrasi juga membantu Presiden merancang konsep strategi kegiatan BEM.
Kerja untuk mewujudkan cita-cita BEM dengan membentuk kader yang tangguh dengan strategi kepemimpinan adalah pekerjaan yang berat, membutuhkan pengorbanan dan kesungguh-sungguhan, dan saya melihat cahaya diatas sana merupakan sebuah kebangkitan. Diharapkan pada BEM yang akan datang, sebagai gerakan yang teruji kredibilitas ilmiah, kader gerakan yang memiliki bargaining position di level elit-elit politik, Gerakan yang massif di Grassroot dan Organisasi yang Establish (kaderisasi, finansial, dan sosial politik) yang mantap. Untuk menjadi gerakan tersebut, BEM STIEKOM Rantauprapat membutuhkan : Penguatan profesionalisme lembaga, Pengokohan kaderisasi, Optimalisasi jaringan, Penguatan Wacana Optimalisasi peran sosial politik, Membangun kemandirian finansial, dan Pengokohan peran pembaerdayaan manusia. Itulah hal-hal yang harus diperhatikan oleh pelanjut tongkat estafet perjuangan ini.
Kawan-kawan yang sangat saya cintai. Satu hal yang menjadi kebanggaan saya selama kepengurusan ini adalah keinginan BEM untuk selalu aktif dan bergerak walau di tengah-tengah komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Semangat teman-teman yang coba membangun BEM walau ada atau tidaknya ketua walaupun terkadang gagal dalam peng-Implementasian, inilah sesungguhnya hakikat sebuah perjuangan yaitu dalam proses perjuangan bukan selalu bertumpu pada hasil, dan satu lagi adalah persaudaraan yang selalu kita jaga walaupun dinamisasi BEM sangat tinggi, perdebatan misalnya namun tudak menimbulkan retaknya persaudaraan diantara kita. Kepada seluruh BEM khususnya Raja Gompulon, Syaiful Lizan, Fenti Sari, Junaidi Mustapa, Tin Martin, Amat Sunar, Irwansyah Putra, Jepri, Maharani, dan seluruh kawan-kawan yang mungin tidak bisa kami ucapkan satu persatu saya ucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya, saya sangat bangga dengan kalian semua di tengah kekurangan dan keterbatasan kita semua, kalian mampu menorehkan pondasi kebangkitan. Dan kami mohon maaf karena belum terpenuhinya keinginan kalian semua, belum bisa memberikan kontribusi yang optimal tetapi yakinlah kami sangat bersungguh-sungguh dalam memenuhi keinginan kalian semua.
“Perjuangan ini tidak mengenal sikap ganda, ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama perngorbanan dan pengorbanan pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya barang siapa yang lemah memikul beban ini, ia terhalang dari imbalan besar, pejuang dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih sanggup memikul beban perjuangan” (Hasan Al Banna).
Sebagai penutup, saya ingatkan kembali, pekerjaan gerakan mahasisa jauh lebih berat dari sekedar kumpulan paguyuban lainnya. BEM adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sesuai cita-cita perjuangan Indonesia. Ia harus menjadi jiwa sekaligus pemicu bagi kita untuk memperdalam tiga kekuatan dasar, yaitu: penguasaan ilmu, sensitivitas sosial politik atas problematika umat, dan penajaman analisa akademik kita untuk lebih kontributuf dalam pemecahan masalah kebangsaan dan kerakyatan ini.
V. PENUTUP

Demikianlah Laporan ini kami sampaikan. Semoga ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kami sebagai pengurus sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik namun Allah jualah yang menentukan hasilnya. Atas kelalaian dan kekurangan dari kinerja yang kami berikan, mohon maaf sebesar-besarnya dan kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang sudah membantu pengurus dalam melakukan amanahnya. Semoga BEM ke depan dapat menjadi pencetak kader-kader negarawan yang tangguh dan kritis.

Jazakumullahu Khairon Katsir.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Rantauprapat, Februari 2008
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)
STIEKOM RANTAUPRAPAT
T.A 2007 / 2008

Presiden Mahasiswa
Sekretaris Jenderal
DEDY ANWAR ZULFIKAR
SYAIFUL LIZAN

Diketahui Oleh :
An. Ketua STIEKOM RANTAURAPAT

ASRUL AZIZ TANJUNG, SE
PUKET III Bag. Kemahasiswaan

Entry Filed under: Laporan. Tag: , , .


News

Bill Gates berkunjung ke Indonesia....?

selengkapnya kunjungi : Detiknet

Almanak

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blogroll

Arsip

Yang Lagi HOT

Meta

Monggo Tanggapannya

asuna17 di Tutorial Membuat Layout F…
BJ di Tutorial Membuat Layout F…

Get your own Box.net widget and share anywhere!

Statistik Blog